Gambar Idoep

mencintai manusia,

mencintai bumi adalah

mencintai hidup itu sendiri…


   

<< June 2004 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed


links::

 
Jun 26, 2004
Sliding Doors


Directed by Peter Howitt


Pemain: Gwyneth Paltrow,John Lynch,John Hannah,Joanne Triplehorn



Hal yang paling menyebalkan bagi saya adalah sakit gigi. Satu gigi geraham saya sudah mati sehingga kadang gusi saya menjadi bengkak. Dan jika hal ini sedang terjadi, saya pastilah menjadi orang yang paling pengeluh di dunia. Semua hal di mata saya menjadi selalu salah, orang-orang sekitar saya selalu tidak pernah benar di mata saya. Pendeknya saya menjadi orang paling menyebalkan di alam semesta ini. Padahal jika saya mau saja banyak berpikir lebih jauh sebenarnya mungkin saat saya sakit gigi itulah sebenarnya hal terbaik sedang terjadi dalam hidup saya. Misalnya karena saya sakit gigi saya jadi malas untuk makan empek2 kegemaran saya, dan jika saya tidak makan empek2 berarti saya bisa terhindar dari derita maag saya yang sudah kronis menjadi lebih parah lagi.


Sering hal-hal yang buruk kita bahwa kesialan sedang menghampiri kita padahal mungkin justru hal sebaliknya yang terjadi. Itu satu hal yg saya selalu ingat karena menonton film ini. Sliding Doors, dari segi cerita tidaklah terlalu istimewa tetapi justru saya sangat suka bagaimana plot film ini ditulis. Helen ( Gwyeneth Paltrow) terlambat masuk kantor dan akhirnya dipecat dari pekerjaannya. Saat dia dalam perjalanan pulang secara tak sengaja di tangga kereta bawah tanah dia menabrak seseorang yg berakibat dia terlambat masuk kereta karena pintu gesernya telah menutup. Dari sini kamera bergerak mundur kita bisa melihat bagaimana jika dia tidak terlambat masuk kereta. Pada awalnya screen split menjadi 2 dan kita bisa melihat Helen A yang terlambat masuk kereta dan Helen B yang tidak terlambat. Kemudian plot menjadi bertumpuk dan saling silang bercerita masing-masing jalan hidup Helen. Jika dia tidak terlambat dia akan menemui kekasihnya Gerry (John Lynch) sedang bermesraan dengan Lydia (Jeanne Tripplehorn) sehingga dia depresi kemudian justru malah berakibat kematiannya. Sebaliknya karena dia terlambat dia tidak mendapati kekasihnya berselingkuh, dan semua peristiwa yang terjadi tidak berakibat kematiannya. Yang menarik transisi antar kedua plot dalam satu film ini sangatlah halus dan terkonstruksi dengan baik. Setiap detil tempat, situasi dan orang-orang yang ada meskipun sama tetapi bagaimana kita bisa melihat ke dua Helen ini mempunyai jalan hidup yang berbeda ( kita bisa lihat di sebuah café bagaimana jika Helen yg depresi dan yang tidak menemui jalan hidup yang berbeda). Meskipun bagi saya Sliding Doors tetaplah sebuah film komedi romantis, tetapi bagi saya film ini tidaklah seperti film-film komedi romantis ala Meg Ryan ataupun Sandra Bullock yang sering membuat saya ingin mengalami nasib seperti tokoh2 yang mereka mainkan itu. Sliding Doors menyisakan satu hal yang selalu saya ingat disaat saya pikir saya adalah orang yang paling malang di dunia:
Semesta selalu bijak dan pengasih,Dia selalu memberi semua hal yang kita perlukan bukan hal-hal yang kita inginkan. Sekecil apapun hal yang terjadi dalam hidup, baik itu berupa kegembiraan maupun kesedihan pastilah hal terbaik yang diberi Semesta kepada kita.


( hmm…tetapi jujur, sungguh sulit untuk tetap berpikir jernih seperti itu di saat sakit gigi lho!)


Posted at 11:52 pm by Langitku

adi
February 7, 2006   05:58 PM PST
 
wah, kok sama ya (bukan sakit giginya yang sama). saya jg sangat suka film ini, cuma nyari dvd bajakannya kok rada2 susah
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry