Gambar Idoep

mencintai manusia,

mencintai bumi adalah

mencintai hidup itu sendiri…


   

<< July 2004 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed


links::

 
Jul 1, 2004
13 Conversations about one thing


13 Conversations about one thing


directed by Jill Sprecher

Pemain: Matthew McConaughey , Alan Arkin , John Turturro , Clea DuVall , Amy Irving , Barbara Sukowa , Tia Texada



Baru-baru ini seorang sahabat baik saya menulis di blognya bahwa salah satu alasan dia untuk masih menjadi ‘jojoba’ ( jomblo jomblo bahagia) dan belum/tidak menikah adalah dia belum cukup yakin bahwa menikah belum tentu menjamin kebahagiaan. Begitu katanya. Andaikan saya ada di dekatnya saat dia menulis statement itu tentu saya akan bertanya padanya :Ca, sebenarnya bahagia itu bagaimana sih? Dan saya yakin dia yang keliatan lebih manis dengan rambut pendeknya itu butuh waktu untuk menjawabnya.
Bahagia adalah kata ajaib ( ah lebih tepatnya spt DHA pada susu formula bayi yang menyihir ibu2 dng janji anaknya bakal sejenius Enstein) Hampir semua manusia di jagat raya ini bakal rela melakukan hal demi kata itu. Samakah kata bahagia dengan senang?gembira? suka cita?


Kebahagiaan adalah subyek dari film ini. Demi kata itulah, kebahagiaan menjadi subyek bukan sekedar obyek dari setiap topik percakapan yg ada: mencari kebahagiaan, iri akan kebahagiaan, kehilangan kebahagiaan hingga rasa bersalah karena rasa bahagia yang tidak pada tempatnya. Kebahagiaan adalah salah satu alat pemicu hasrat manusia agar tetap ingin hidup, dan mencandu agar saat dia bangun tidur dia tahu untuk apa dia hidup. Dibuka dng scene Consider Troy ( Matthew McCounaughey) jaksa penuntut yg baru saja memenangkan satu kasus besar dan mentratktir semua org di bar agar bahagia. Di bar itu ada Gene ( Alan Arkin) satu manajer menengah yang pesimis untuk bahagia karena dia harus memecat Wade orang paling bahagia di kantornya. Kemudian saat Troy pulang dalam keadaan mabuk dia menabrak seorang gadis dan berpikir bahwa gadis itu telah mati. Film ini menghubungkan antara orang-orang yang tadinya asing satu sama lainnya. Satu masalah yang selesai di satu orang menimbulkan masalah lain di orang lain. Kita bisa lihat Walker ( John Turturo) yang meninggalkan istrinya karena percaya itu salah satu cara dia meraih kebahagiaannya. Juga ada serorang pembantu rumah ( Clea Duvall) yang dituduh mencuri jam karena dia menghilang tanpa memberitahu tuannya ( di ending cerita kita akhirnya tahu bahwa dia adalah gadis yg ditabrak Troy). Topik mencari kebahagiaan ini menjadi menarik karena orang-orang ternyata berbeda-beda memaknai kebahagiaan. Kadang kita telah mengambil satu tindakan yang kita pikir kita akan bahagia dengannya tapi hasil yg kita dapat justru sebaliknya.


Kalau sahabat saya yg baik dan manis itu bertanya menurut saya bahagia itu seperti apa. Saya mungkin akan jawab bahagia itu seperti influenza. Relatif dan tergantung musim datangnya. Tidak ada bagi saya terminology “ bahagia selama-lamanya “ atau “ bahagia sampai akhir hayat” seperti ucapan-ucapan klise kalau kita menyelamati orang kawinan itu. Pagi ini saya bisa bahagia dan siang nanti mungkin saya bisa berduka vice versa. Seperti influenza dia bisa datang mendadak dan kapan saja semau-maunya. Ah, saya tahu jawaban saya itu pasti membuat sahabat saya yg suka centil kalau ada cowok pintar itu tidak puas. Baiklah, mungkin lebih tepatnya dia seperti influenza yang di saat kita sakit flu kita bisa mensyukuri betapa senangnya hidup sehat. Jadi bahagia lebih berkonotasi rasa syukur atau terima kasih karena kita telah diberi sesuatu. Rasa terima kasih yang seharusnya selalu ada atas hal-hal yang kecil terjadi dalam hidup. Nah kalau saya ditanya kapan saya merasa paling bahagia? Jawaban saya adalah : saat saya bangun pagi dan tahu untuk siapa saya bangun pagi.


Seperti merasakan ruap the panas di perkebunan the yang dingin tempat sahabat saya tinggal itu, bahagia seharusnya memberi rasa hangat bagi jiwa kita. Sebuah rasa yang mampu membuat kita meyakini bahwa tangan-tangan kosmis yang mengatur hidup ini sangatlah pemurah dan penyayang.


( sebuah sms masuk dari temen kantor: One monk said to the others “ if you can’t pray well, let’s make fun. It’s better to make God laugh than give Him those meaningless words)


Posted at 12:10 am by Langitku

debu
July 4, 2004   09:19 PM PDT
 
salam ...

Kalimat di awal tentang jomblo, itulah yang membuatku tertarik terus membaca. Sebab, itulah topik significan buatku saat ini. Namun, ke bawahnya, ternyata gambaran lain dari jomblo tak diulas lagi... Tertipuuu. Tapi blog ini asyik euy nja.. Jadi referensi buat nonton. BTW, masih ingat dengan stanza bin debulangit ini kan??


 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry