Gambar Idoep

mencintai manusia,

mencintai bumi adalah

mencintai hidup itu sendiri…


   

<< July 2004 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed


links::

 
Jul 22, 2004
NOWHERE IN AFRICA
Director: Caroline Link
Pemain: Juliane Köhler, Regine Zimmermann, Merab Ninidze, Matthias Habich, Gabrielle Odinis

Hal yang paling tidak saya sukai sebenarnya adalah reuni.Setiap ada reuni, apa saja baik sd, smp, temen2 kuliah sampai reuni sanggar tari dimana saya dulu belajar,saya selalu menghindar dengan berbagai alasan agar tidak datang. Biasanya kalau saya tidak datang, keesokan harinya telpon atau sms bertubi2 datang dan menanyakan alasan kenapa saya tidak datang. Seperti biasa otak saya sangat cepat kalau hanya mencari alasan. Mulai dari saya sakit sampai nenek saya meninggal ( sumpah saya tidak bohong nenek saya memang sudah meninggal 10 tahun yang lalu, saya tidak menipu mereka karena saya cuma tidak menyebukan kapan nenek saya meninggal bukan?). tetapi alasan sebenarnya adalah:pertama, saya tidak suka membingkai waktu. Saya tidak suka mengambil kenangan yg sudah terlipat rapi di tempatnya untuk diaduk2 kembali dengan kekinian saya. Kedua, saya benci ketika orang mengharapkan kekinian saya itu harus sama dengan masa lampau. Ketika saya datang dengan tampang tetap lusuh, rambut acak2an, dan ketawa ketiwi yang sama, teman2 saya selalu berkomentar: ah kamu itu masih sama tidak juga dewasa. Kemudian ketika mulai bercakap2 dan mereka tahu isi batok kepala saya yg sekarang komentar mereka : AH kamu kok beda sekali sih. Bukannya makin tobat malah makin radikal. Lah mereka maunya apa? Sebenarnya siap tidak mereka dengan perubahan? Perubahan sekecil apapun pasti membawa ketidaksiapan. Orang akan selalu lebih suka berada dalam ‘comfort zone’ mereka. Takut, cemas , kawatir.jika harus keluar sarang.

Nowhere in Africa bercerita tentang satu keluarga Jerman yang berimigrasai ke Africa karena mencoba menyelamatkan diri dari kekejaman Nazi pada tahun 1938. Walter Redlich, istrinya Jettel dan anak mereka Regina. Dari keluarga kelas menengah yang sangat mapan mereka harus menjadi petani di Africa dengan kondisi alam dan budaya yang sama sekali berbeda. Juru masak mereka Owour adalah sahabat pertama mereka yang mengajarkan mereka tentang budaya Africa, bahasa dan bagaiamana mereka bertahan hidup di negeri yang sangat asing. Plot film sangat tertata diselingin sinematografi yg matang, sound design yg menyatu dan permainan bagus dari julane kohler sebgai Jettel. Seorang istri yang manja dan pada akhirnya dia menjadi matang baik dalam memandang hidupnya yang tidak selalu berjalan mulus. Saya sangat suka bagaimana dia harus menekan emosinya saat dia tahu Regina melihatnya tidur dng tentara jerman agar suaminya bisa dibebaskan. Bagaimana walter dan jettel harus menyelesaikan hal2 yang tidak pernah mereka selesaikan selama ini sebagai suami istri. Dan pada akhirnya Africa membuat pribadi2 mereka menjadi matanga. Saat keluarga ini kembali ke Jerman, Africa tetaplah rumah bagi mereka.

Berubah. Itu sebenarnya bagi saya yang harus setiap manusia sadari. Setiap hari pasti ada perubahan. Satu uban tumbuh. Satu tunas tumbuh, ada daun gugur. Kelahiran.kematian.perubahan sering mengerikan tetapi tak jarang juga membahagiakan. Bahkan cinta pun selalu berubah. saya pernah dicemooh dan dianggap skeptis karena opini saya bahwa cinta pertama dan cinta sejati itu tidak pernah ada.mengapa? bagi saya setiap saya mencintai seseorang selalu pertama dan sejati. Pertama karena saya pasti tidak akan memberi cinta yg kepada orang itu sebuah cinta yg sama yg telah saya berikan kepada orang lain. Sejati karena setiap saya mencintai seseorang saya selalu sungguh2 dng cinta saya. setiap cinta pasti berubah. Perhatikan saja, disaat kita jatuh cinta, di dalam cinta dan memelihara cinta. Samakah? Bagi saya, cinta selalu membawa tanggung jawab. Kesetiaan terhadap cinta bagi saya yg menentukan perubahan cinta itu. Kesetiaan bukan kepada invidiu tetapi lebih kepada cinta itu sendiri. Jadi kalau saya menuntut kekasih saya setia. Itu saya tidak menuntut dia setia kepada saya. Tetapi setia kepada keputusannya mencintai saya.

Kesadaran akan perubahan inilah yg sebenarnya harus selalu kita sadari. Karena kalau tidak, kita akan selalu terebelenggu waktu, terbingkai kenangan. Semua hal di dunia setiap harinya selalu tdk akan pernah sama. Hanya kedewasaan kita menghapdai perubahan itulah yg membuat kita berani mengisi hidup. Jadi itulah kenapa saya tidak pernah datang reuni. Saya benci ketika dalam kekinian jiwa kita terbingkai dng masa lalu. Saya hanya menyukai satu waktu SEKARANG.


Posted at 01:30 am by Langitku

Ika
April 4, 2006   05:28 PM PDT
 
masa lalu ga hrs dilupain sepenuhnya,tp jg ga baik diingat selamanya.
i like this blog
eyi
August 2, 2004   08:25 PM PDT
 
heeeyyy..nice blog, nice content. beda aja dari blog2 yg udah ada. sedikit saran, mkn lebih nyaman dibaca kl fontnya lebih besar dan tdk tll rapat.
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry